Aku dan kamu...
Kita adalah sebuah cerita dalam kisah Putih abu-abu
3 tahun, 36 bulan, 144 minggu, 1008 hari
Bersama-sama kita melukis berjuta warna dalam selembar kertas putih
Perbedaan yang melebur dalam pluralisme menjadi alur kisah kita
Diiringi tangis dan tawa sebagai musik latar
When you don't understand all problems in your life and you feel like giving up, look to God. There's always hope in God
26 November 2012
Sepenggal kata tentang Putih Abu-abu
Akuntansi Cinta
Ibarat kasus dalam akuntansi
Saat sang akuntan salah memposting
Debet & kredit menjadi tidak balance
Begitu juga dalam hal cinta
28 Oktober 2012
Cuap cuap tentang A Promise
Haloooo.... readers of A Promise
Kali ini gue mau cerita tentang suka-duka menulis A Promise *halaah apa tau nih lidiya* ._.v
Jadi gini nih. Ceritanya... A Promise ini gue buat karena kerinduan gue untuk kembali membuat cerita bersambung. Sebelumnya, gue sempet vacum buat cerbung karena cerbung gue yang dulu ~judulnya Prince Devil~ gagal dibuat. Yaa berhenti ditengah jalan gitu. Nggak tau kenapa tiba-tiba udah nggak mood buat ngelanjutin tuh cerita *naah! janngan ditiru! (^o^)
Setelah ngeliat temen-temen gue yang pada semangat buat cerbung, gue jadi termotivasi untuk jadi penulis lagi *laah emang dulu gue penulis?? haha*
Intinya gue kangen buat cerita lagi. Udah itu aja. Tapi kali ini, cerita gue ini gue adaptasi ke dalam fanfict. Tokoh utamanya Mario Stevano Aditya Haling, idola gue (^,^)
Naah setelah ditengah perjalanan menulis A Promise ini, datang lagi dah tuh virus-virus malas yang gue alamin wajtu nulis Prince Devil dulu. Tapi jangan khawatir yaa, A Promise tetap akan gue lanjut sampai end.
Karena itu, gue minta sama kalian pembaca setia A Promise untuk semangatin gue melanjutkan cerita A Promise ini sampai end. Semangat dari kalian itu penting banget loh untuk gue. Caranya gimana?? Lewat kolom komentar dong. Selain itu bisa juga lewat Facebook or Twitter.
By the way, A Promise juga gue posting di Facebook kok. Yang mau baca di Fb, ya ayo silakan di baca aja disini.
Cukup sekian cuap-cuapnya ya. Gue juga mau ngucapinThank you so so much buat semua yang tetap setia baca dan menunggu A Promise. See you bye bye *sweetkiss*
28 Juli 2012
Rahasia hati Ify
“You’re my everything. Would you be my
girlfriend?”
***
Daun-daun
dari pohon-pohon yang tumbuh di taman SMA Cakra Buana satu persatu mulai
berguguran. Angin berhembus dengan tenang. Di bangku taman panjang berwarna
coklat seorang gadis berkuncir kuda duduk sambil menekuri sebuah novel tebal.
Bola matanya bergerak lincah ke kiri dan kanan dari balik kacamata berframe
bulat berwarna hitam.
“Fy...”
pekik sebuah suara yang tak asing lagi untuk gadis itu. Mario, laki-laki
berpostur tinggi kurus itu lalu duduk disampingnya. “Ify.” Panggil Rio lagi.
16 Juli 2012
Elegi dalam Ramadhan
Siang ini, terlihat awan
berarak-arak dengan gumpalan kapas berwarna hitam pekat di langit. Tanda akan segera
turun hujan. Hujan selalu mengingatkan Rio tentang kenangan itu. Kenangan
dengan seorang gadis yang tinggal bersebelahan dengan rumahnya. Rio masih mengingat
jelas hari itu, tiga tahun yang lalu, saat menjelang Ramadhan 1430 H.
Saat itu hari masih siang, ketika Ify datang ke rumah Rio dengan membawa baki berisi hantaran
makanan ringan, padahal saat itu hujan sedang turun deras.
“Ini
buatan Mama dan Ify, Tante. Cobain ya!” kata Ify pada Mama Rio.
“Sejak
kapan kamu bisa masak, Fy? Bilang aja itu masakan Tante Gina.” Celetuk Rio
sambil mengelap rambutnya yang basah dengan handuk.
“Rioooo!”
Mama mendelik.
“Kalaupun
benar itu masakan Ify, pasti nggak enak, Ma. Mending nggak usah dimakan deh.” Kata
Rio sambil mengangkat sebelah alisnya.
“Rioooo!”
Mama kembali mendelik.
Ify
membelalak. “Yaudah kalo kamu nggak mau makan, buat Tante Manda aja.” Ify
menjulurkan lidahnya kearah Rio.
Langganan:
Postingan (Atom)