Teruntuk kamu, yang hadir dengan kesederhanaan.
Banyak orang meyakini, kita adalah dua manusia yang tak sepatutnya bersama.
Selayaknya kita tak perlu saling tertawa dan saling membuat bahagia.
Dulu kita masih sama-sama keras kepala.
Mengacuhkan pendapat mereka dan menciptakan kisah kita sendiri.
Tanpa perlu ada yang tahu kita terus berbahagia.
(atau hanya aku saja yang bahagia?)
Lalu kamu menyerah. Pun begitu denganku.
Dan pada akhirnya kita memutuskan untuk menulis kisah kita masing-masing.
Seseorang berkata padaku,
Terkadang kita harus sadar kapan saatnya untuk meraih dan kapan saatnya untuk melepas.
Aku percaya.
Bukan suatu kebetulan Tuhan mempertemukan kita dalam satu skenario.
Jika saat ini kita tidak lagi menjadi tokoh utama dalam skenario itu, tidak apa.
Bukannkah hati selalu tahu kemana dia akan kembali?
Mungkin benar, dia rumah bagimu. Bukan aku.
When you don't understand all problems in your life and you feel like giving up, look to God. There's always hope in God
20 Oktober 2019
07 Oktober 2019
Still never enough
I think you love me, but we can’t escape the fact that i’m not enough for you.
I knew this was going to happen. So i’m not blaming you for (still) choose her.
I’m not angry, either. I should be, but I’m not.
I just feel pain. A lot of pain.
I thought i could imagine how much this would hurt, but i was wrong.
I know, i still never enough for you. And for your family.
Just her. Only her.
Goodbye for the third time.
Just go away for me. And i will be fine, trust me.
Diya
07 Oktober 2019
26 Juni 2019
Jika memang tidak ditakdirkan
"Ini bukan perkara waktu. Entah dia ataupun aku yang menemukan lebih dulu. Jika memang tidak ditakdirkan, kebersamaan kita tak akan pernah berlangsung lama."
- mangatapurnama -
- mangatapurnama -
02 April 2019
Karena aku sangat mudah untukmu.
karena aku sangat mudah untukmu.
kamu tidak perlu lelah-lelah berjuang, sebab aku tidak mungkin sampai hati membiarkan orang yang ingin memperjuangkanku berjuang sendirian.
kamu tidak perlu repot-repot membuat dirimu diterima, sebab aku selalu bersedia mengambil tanggung jawab untuk lebih dari menerima–yaitu memaafkan, melupakan, bahkan melepaskan.
kamu tidak perlu pusing-pusing memikirkanku, sebab aku sungguh selesai dengan diriku sendiri. sebab masa depanku adalah rangkaian rencana yang bisa diganti. sebab ambisiku selalu (hanya) sekeras tangan yang menggenggam pasir, secukupnya mencukupkanku.
kamu tidak perlu khawatir tentang apapun, sebab aku bisa mengikutimu ke mana pun. aku bisa diajak berjalan, berlari, merangkak. aku bisa bertahan pada segala musim dan cuaca, bisa berteman dengan segala rasa dan nuansa.
karena aku sangat mudah untukmu,
semoga kamu merasakannya: bahwa yang mudah didapatkan, belum tentu tak berharga.
semoga aku sangat berarti untukmu.
-prawitamutia -
03 Maret 2018
Jangan Lupa Bahagia (lagi)
Jangan lupa bahagia!
Karena hidup menjadi kesia-siaan disaat kita hanya berharap pada suatu hal yang tak berujung.
Jangan lupa bahagia!
Karena kita terlalu berharga untuk terus disakiti oleh mereka yang bahkan tak pernah mengasihi kita.
Jangan lupa bahagia!
Untuk kita yang sedang berusaha move on dari mereka yang kita sayangi namun tak pernah membalas kasih kita.
Langganan:
Postingan (Atom)